Sabtu, 22 Oktober 2011

Ikan Cupang



Ikan Cupang





Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, danVietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli,salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.
Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.


 Cara merawat Ikan Cupang


Ikan cupang hidup di pH antara 6.0-8.0 dan dH antara 2.0-25.0 dengan temperatur antara 23-30' celcius. Sehingga tidak sulit untuk menjaga dan merawat ikan cupang khususnya dinegara tropical seperti Indonesia dan juga negara-negara asean.
  • Ketika memasuki musim penghujan temperatur suhu air akan tidak stabil dan dapat menyebabkan timbulnya virus dan bakteri bila air tersebut terus berada pada suhu dibawah toleransi. maka cara terbaik adalah mengganti 1/2 bagian air dengan memasukan air baru setiap 2 atau 3 hari sekali. dan usahakan agar ikan cupang mendapatkan cahaya matahari pagi untuk memberikan perlindungan terhadap virus dan bakteri.
    tidak lupa juga bahwa pemberian daun ketapang, garam ikan dan antibiotik merupakan salah satu keperluan yang sangat primer.

    Ketika kelangkaan pakan datang

    Ini adalah kesulitan global yang akan diterima setiap hobbis dan peternak cupang. Jadi selain mengandalkan pakan alami, ada baiknya pakan buatan menjadi prioritas selanjutnya bilamana kita tidak dapat membeli ataupun menemukan pakan alami bahkan tidak memiliki stok cacing beku sedikitpun. Dibawah ini saya cuma memberikan beberapa saran bila anda sekalian membutuhkan pakan alternativ yang mudah dibuat.


    *Pelet
    Ambil 1 sendok pelet berukuran kecil dan rendam didalam 200ml air panas selama 15 menit. Setelah itu angkat dan saring pelet tersebut dengan saringan kopi. dan selanjutnya hancurkan pelet sampai halus dengan sendok atau benda keras lainnya. Pelet yang sudah menjadi bubuk basah siap disajikan untuk cupang anda. pemberian untuk lubuk cupang diaquarium atau kolam dilakukan sedikit demi sedikit agar ditidak mengotorkan kualitas air.

    *Udang
    Ambil 2-3 ekor udang mentah ukuran besar. lalu kupas kulitnya dan buang kepalanya. sekarang daging udang tersebut direndam 300ml air panas selama 15 menit. lalu setelah itu cincang udang tersebut sampai kecil-kecil berukuran sesuai besarnya mulut ikan yang akan diberi pakan. bila cupang berumur 2-3 bulan cincang udang tersebut sampai halus. lalu tebarkan dikolam/akuarium. bila cupang berada dibotol soliter berikan dengan menggunakan semacam pencapit yang terbuat dari besi/almunium atau bila tidak mau pusing pencapit bulu ketiak pun jadi ^..^.

    *Daging Bakso
    Ini adalah alternativ termudah. cukup beli daging bakso mentah dipasar atau swalayan terdekat. dan cukup menggunakan beberapa bakso sesuai banyaknya ikan yang mau diberi pakan. proses pengolahan sama seperti proses pengolahan daging udang.

    Mencegah cupang anda sakit

    Ikan cupang anda pasti pernah sakit atau akan terserang penyakit. entah itu white spot, virus, cacingan, cendawan dibagian sirip dan yang terparah adalah penyakit perut busung. perhatikan beberapa hal penting yang harus dijaga.


    *Air
    Perhatikan suhu air agar tetap diantara 26-28'' celcius. disuhu tersebut ikan cupang akan sangat jarang terjangkit penyakit. lalu perhatikan kotoran yang terdapat didasar wadah. sifon kotoran tiap 2hari sekali dan tambahkan air baru. gunakan daun ketapang dan garam demi memaksimalkan kebutuhan cupang anda.

    *Pakan
    Pakan alami umumnya bukan hasil pengulturan sendiri. melainkan hasil tangkapan dari alam sekitar. dan dipastikan hasil dari tangkapan tersebut akan mendatangkan banyak virus dan bakteri yang tidak dikenali. alangkah baiknya bila hasil tangkapan pakan alami tersebut dibersihkan terlebih dahulu dengan cara di campurkan dengan air baru yang telah diberikan obat-obatan seperti methylene blue, gold 100, elbayu dan anti bakteri lainnya. lalu bersama dengan air tersebut pakan di aerasikan dengan gelembung udara selama beberapa menit. dan selanjutnya proses ini diulang beberapa kali sampai pakan terlepas dari virus-virus. setelah itu pakan siap disajikan.

    *Peralatan
    Mungkin anda tidak menyadari kalau peralatan yang digunakan seperti serokan, wadah, toples, dan lain-lain mungkin saja dapat menularkan penyakit dari cupang yang pernah terjangkit virus terkontaminasi terhadap cupang yang tidak terjangkit ketika menggunakan peralatan yang sama. maka ada baiknya dilakukan penjemuran matahari dan perendaman air hangat setiap saat terhadap alat yang ingin anda pergunakan tersebut.

Jenis - jenis Ikan Cupang

Perkembangan variasi ditinjau dari segi bentuk dan warna terbilang pesat dalam beberapa generasi terakhir. Beberapa jenis cupang yang dikenal sekarang ini: [3]
  • Betta pugnax (Forest Betta)
  • Betta taeniata (Banned Betta)
  • Betta macrostoma (Bruney Beauty)
  • Betta unimaculata (Golden Slender)
  • Betta picta (Painted Betta)
  • Betta anabantoides (Pearly Betta)
  • Betta edithae (Betta Brederi)
  • Betta foerschi (Purple Saphire Betta)
Ikan cupang di atas dikenal sebagai mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut, sedangkan kelompok di bawah ini yang merupakan kerabat ikan cupang (betta), yang membangun sarangnya dengan busa (bublle nest)
  • Betta akarensis (Sarawak Betta)
  • Betta coccina (Clorat's Betta)
  • Betta bellica (Standard's Betta)
  • Betta tesyae (Peaceful Betta)
  • Betta smaragdina (Emerald Betta)
  • Betta imbelis (Slugger's Betta)
  • Betta splendens (Siamese Fighting Fish)
Jenis ikan cupang lain yang dikenal sebagai:
  • Betta albimarginata
  • Betta channoides
  • Betta balunga
  • Betta breviobesus

    Cupang hias dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu

    • Halfmoon (setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat olehPeter Goettner pada tahun 1982.



    • Crowntail (ekor mahkota) atau serit, cupang jenis ini pertama kali dibudidayakan oleh seorang peternak cupang yang tinggal di daerah Jakarta barat, tepatnya didaerah slipi skitar tahun1968[rujukan?]( oleh karena itu slipi di sebut juga sebagai pusat ikan cupang hias,nya indonesia ) Ciri utamanya adalah sirip dan ekornya yang menyerupai sisir sehingga di namakan serit.


    • Double tail (ekor ganda)



    • Plakat Halfmoon




    • giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm


2 komentar: